7 Tips Membuat Portofolio Desain Grafis yang Profesional dan Menarik

7 Tips Membuat Portofolio Desain Grafis yang Profesional dan Menarik | TopKarir.com
24 MAR 2021 20:17 TINGKATKAN KARIRMU 437 KALI DI BACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Dalam dunia desain grafis, portofolio merupakan hal yang sangat penting dan menjadi pondasi utama seorang profesional di bidang ini.

 

Memiliki portofolio yang profesional dan menarik, tentu merupakan senjata untuk sukses berkarir sebagai perancang grafis. Semakin menarik dan profesionalnya portofolio yang dibuat, tentu akan semakin banyak pihak yang mau mendekat.

 

Pada dasarnya, portofolio merupakan kumpulan pekerjaan yang bisa menggambarkan kemampuan seseorang.

 

Untuk menyusun portofolio yang menarik, pastikan jika selalu ada sentuhan kepribadian dalam setiap desain yang dikerjakan. Dengan memiliki ciri khas, tentu hal tersebut bisa membuat portofolio lebih menarik mata. 

 

Baik itu sebagai pekerja paruh waktu, hingga pencari kerja tetap, portofolio sangat penting untuk menjadi jendela atas kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang desain grafis.

 

Tidak hanya bagus dari segi visual, portofolio juga perlu memiliki kepribadian. Miliki sesuatu yang unik dalam portofolio tersebut, sehingga lebih menonjol dari punya orang lain.

 

Nah, buat kamu yang masih bingung dalam membuat portofolio desain grafis, simak 7 tips membuat portofolio desain grafis berikut ini ya.

 

1. Kenali target audiens

Dari semua jenis karya desain grafis yang sudah kamu buat, selalu pahami target audiens seperti apa yang kamu inginkan. Coba posisikan diri sebagai calon klien atau perekrut, setelah itu lihat jenis klien macam apa yang akan kamu gaet.

 

Dengan memahami target audiens, tentu desain yang diperlihatkan di dalam portofolio kamu bisa lebih senada dan memiliki pengaruh kuat.

 

2. Personal branding

Salah satu hal yang wajib untuk diperhatikan dalam membuat portofolio adalah dengan memiliki personal branding. Baik itu melalui jenis tipografi, logo, hingga warna, pastikan semuanya sejalan dengan personal image yang ingin kamu bangun.

 

Semakin kuat personal branding yang kamu punya, tentu portofolio kamu akan semakin mudah diingat oleh klien maupun recruiter.

 

Baca Juga: 10 Tips Membuat Surat lamaran Kerja yang Baik dan Benar Beserta Contoh

 

3. Pekerjaan yang sudah dibuat

Jadikan portofolio untuk menjelaskan kemampuan dan pekerjaan yang telah kamu lakukan secara detail. Portofolio diibaratkan pameran senimu, hasil pekerjaan terbaik yang kamu lakukan harus memukau pandangan orang dan meyakinkan bahwa kamulah talenta yang dicari. 

 

Sebelum mengikutsertakan sebuah desain yang pernah dibuat, dilihat kembali apakah desain tersebut bisa mendukung dan berhubungan dengan jenis pekerjaan yang ingin kamu ambil. Selalu buat strategi khusus dalam membuat pekerjaan yang kamu ingin tunjukkan selaras.

 

4. Jelaskan portofolio kamu

Jangan lupa juga untuk selalu menarasikan setiap pekerjaan di dalam portofolio kamu dengan menjelaskan secara gamblang.

 

Cara ini bertujuan agar calon klien atau perekrut bisa lebih paham terhadap jenis pekerjaan yang kamu buat. Di dalam narasi tersebut, selalu sertakan tujuan pekerjaannya, masalah, dan bagaimana cara yang dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut.

 

5. Buat secara simple

Setelah memastikan jenis hasil pekerjaan yang kamu buat senada, sekarang susun dengan sesimple mungkin. Portofolio yang simple dan ramah dipandang mata, tentu bisa membuat orang yang melihat bisa lebih tertarik. Portofolio yang simple biasanya lebih mudah dicerna oleh audiens yang melihatnya.

 

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kerja Online dari Rumah Kini Semakin Disukai

 

6. Pastikan portofolio ramah untuk telepon genggam

Portofolio yang ramah di telepon genggam, tentu bisa lebih meluaskan jangkauan target audiens. Selain itu, karena lebih cepat diakses, banyak orang yang lebih memilih berselancar dengan telepon genggam daripada komputer.

 

Maka dari itu, selalu pastikan portofolio yang kamu buat, bisa diakses dengan mudah di telepon genggam. Jangan buat dengan ukuran file yang terlalu besar, perekrut/klienmu akan memakan waktu lama dan kesulitan membuka portofolio yang kamu kirim.

 

7. Informasi pribadi

Tentu hal lain yang nggak kalah penting adalah informasi tentang diri kamu. Tulis apa hal unik yang membedakan desain kamu dengan desain orang lain.

 

Ceritakan bagaimana minat dan bakat kamu sebagai desain grafis dalam berkarir selama ini. Selain itu, jangan lupa sertakan informasi kontak yang bisa dihubungi oleh orang yang melihat portofolio kamu.

 

Temukan lowongan pekerjaan dan bangun karir impianmu di JatimCerdas.id. Intip juga tips dan informasi karir lainnya di sini.

  • Login terlebih dahulu jika ingin meninggalkan komentar.